Sang Perindu Tuhan

Sang Perindu Tuhan

 

Tuhanku, aku enggan mengatakan semua ini

Demi Engkau aku sungguh malu menceritakan semua ini

Tapi apalah dayaku, sedangkan Engkau sudah tau Sebenarnya ceritaku

Hidupku kian terasa berat, jujur kukatakan padamu semua itu

Kepada siapa lagi aku mengadu, sedangkan aku hanya memiliki Diri-Mu

 

Orang lain hanya menertawakan aku, mereka mencibir atau

mereka hanya bisa bersimpati padaku. Aku malu, sungguh merasa malu

orang lain selalu seperti itu walaupun aku juga tahu, tidak semua seperti itu

Aku rindu Tuhan, demi Engkau aku kini seorang perindu

Aku rindu dalam segala hal, rindu pada-Mu dan juga apa yang menjadi mimpiku

 

Lihatlah kini aku yang berjalan tertatih menuju diri-Mu

Jalanku penuh liku, langkahku gontai terseok-seok dipermainkan arah dan tujuanku

Aku rindu, dan demi rasa Rinduku aku lakukan itu

Lapangkanlah jalanku, singkirkanlah rintangan itu dariku

Dan biarkanlah aku bertandang serta pulang menuju ke kediamanku

Hidupku sepi, sungguh terasa sunyi

Rasa sunyi yang kubanggakan kini terasa kian menyiksa hati

Rasa sepi yang kurindukan kini sungguh tak bisa kumengerti

Tapi apalah aku ini…, sungguh aku lelah menghadapi diriku sendiri

 

Siapakah yang mampu memahamiku,

Adakah yang mampu seperti halnya Diri-Mu

Demi Engkau, aku bahkan tidak mengenal diriku sendiri

Aku ingin menyentuhnya, aku ingin memeluknya

Namun sungguh aku tak kuasa

 

Dimanakah aku Tuhan, siapakah aku ini

Bagaimanakah keberadaanku kini?

Lihatlah lihat, jemariku bergerak sendiri

Siapakah yang mengatur semua ini

 

Hidupku sepi, dan kini aku merasa seorang diri

Keramaian dunia ini tidak bisa kunikmati

Oh Tuhanku, mengapa aku seperti ini

Dosa apakah yang telah kuperbuat selama ini

 

Demi rasa rinduku aku ingin menemuimu

Aku tahu ini baru sebatas keinginanku

Tapi bukankah Engkau tahu

Bahkan ketika aku tidak mengatakannya pada-Mu

 

Ingin kurebahkan diriku dipangkuan-Mu

Aku ingin engkau membelai lembut kening dan rambutku

Pandanglah aku Tuhan, sungguh aku merindukan-Mu

Ingin kurebahkan diriku, sujud di telapak kaki-Mu

Mengakui segala kekerdilan dan keterbatasanku

Aku ruku’ demi kepasrahanku pada-Mu

Inilah aku, hidup dan matiku

 

Seandainya aku mampu, tentu aku kan merayumu

Apa yang harus kulakukan demi mendapat perhatian-Mu

Haruskah aku mendendangkan lagu untuk-Mu Tuhan

Karena itulah aku, saat dimabuk “Kasmaran”

 

Aku berharap ini semua bukan sekedar harapan

Aku berharap ini semua akan menjadi kenyataan

Akan terwujud, dan menjadi sesuatu yang betul-betul nyata

Salahkah aku, berdosakah aku yang meng-angankan diri-Mu

Aku tidak padai dalam hal apapun, sungguh aku buta dalam banyak hal

Apa yang bisa kubanggakan dalam hidup ini, selain apa yang berasal darimu

 

Kukatakan padamu sekali lagi, seperti yang sudah kulakukan selama ini

Aku ingin memeluk-Mu, memuja dan memuji-Mu

Ingin kuletakkan kepalaku diabawah kaki-Mu

Sungguh aku ingin tidur diatas pangkuanmu***

Sya’ir Keberadaan

22 Juli 2011 (Puisi K3tiadaan)

 

Ada banyak kata yang tersimpan di otakku, yang tak mampu ku ucapkan

Ada banyak ucapan yang tersimpan, namun tak mampu kuwujudkan

Walaupun aku ingin, namun jemari ini begitu kaku untuk merangkainya

Namun hati selalu menuntut, agar aku sesegera mungkin mewujudkannya

 

Kutatap hari esok penuh senyuman, setelah sejenak aku menangis

Kutatap hari yang lalu penuh dengan kesedihan, setelah aku puas tertawa

Ingin kutinggalkan dia disana, dalam memori dan kubingkai dalam kenangan

Agar aku tak terbelenggu dalam angan-angan yang menyakitkan

 

Ini benar, semua tentang aku dan keberadaanku

Ini semua tentang aku atau mungkin juga sebagian dari kamu

Dimanakah kebahagiaan itu, yang selalu kurindu

Dimanakah kebahagiaan itu, sungguh aku merindukanmu

 

Dia tidak tinggal disana, dia-pun tidak tinggal disini

Namun aku menemukannya dia disana, seperti yang kutemukan disini

Begitulah aku memahamimu

Seperti halnya pemahamanku akan Pembuatmu

 

Kesedihan tersembunyi tak pernah hengkang dari kehidupan

Kebahagiaan tertawan menuntut kebebasan

Berbahagialah jiwa-jiwa yang bebas

Berbahagialah bagi engkau yang lolos dari kekangan

 

Dunia ini apa bedanya dengan terali besi

Tapi mungkin ini bukan bagi dirimu

Namun bagi dia “kekasih”ku

Dan Akupun tak menemukan perbedaan itu

 

Siang dan malam aku mengejarmu, seolah kau lari dari jangkauanku

Namun sesungguhnya aku sadar, engkau tak beranjak dari tempatmu

Engkau hiasan dunia ini, keberadaanmu nyata namun maya

Bagaimana aku tidak merindukanmu, sedang sebagian diriku berasal dari dirimu

 

Peluklah aku seperti yang kurindukan

Agar aku dapat menyatu dengan dirimu

Dan demi rasa cintamu padaku

Sadarkanlah aku dari tipu muslihatmu

Oh Dunia, begitu engkau megah begitu mempesona

Hasrat hatiku kau penuhi dengan tipu daya

Kau nina bobo’kan aku dengan dustamu

Celakalah aku, yang tak menyadarimu

 

Namun engkau tetaplah engkau

Sebagaimana aku, engkaupun tidak berdaya

Dimanakah kekuatanmu yang kau banggakan itu

Dan akupun bersedih hati seperti halnya dirimu

 

Kau dan aku tidaklah berbeda

Sama-sama tidak berdaya dihadapan-Nya

Yakinlah kau dan aku akan bersama

Dalam pangkuannya Yang Maha Esa

 

Tersenyumlah sahabat demi kesedihan yang kau rasakan hari ini

Atau menangislah atas kebahagiaan yang kau rasakan sesaat tadi

Karena setelah itu engkau takkan pernah tahu

Perasaan mana yang menjadi bagianmu

 

Dekaplah aku, peluklah aku

Aku ingin mengungkapkan kesedihanku

Hanya engkau yang kupilih

Karena engkau yang terkasih

 

Lihatlah lihat, rembulan terbit disiang hari

Lihatlah lihat, matahari tersenyum malu dimalam hari

Inilah aku yang mungkin takkan pernah kau mengerti

Namun aku kan selalu berharap, agar engkau akan mengerti

 

Aku bukanlah keanehan

Tapi aku hanyalah bagian perbedaan

Mengapa kau mencaci maki aku

Sedangkan aku memuja dan mencintaimu

Begitu juga tak berdaya layaknya kamu

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.