Category Archives: Private

Semua tentang Wahyu Kelana

Sya’ir Keberadaan

22 Juli 2011 (Puisi K3tiadaan)

 

Ada banyak kata yang tersimpan di otakku, yang tak mampu ku ucapkan

Ada banyak ucapan yang tersimpan, namun tak mampu kuwujudkan

Walaupun aku ingin, namun jemari ini begitu kaku untuk merangkainya

Namun hati selalu menuntut, agar aku sesegera mungkin mewujudkannya

 

Kutatap hari esok penuh senyuman, setelah sejenak aku menangis

Kutatap hari yang lalu penuh dengan kesedihan, setelah aku puas tertawa

Ingin kutinggalkan dia disana, dalam memori dan kubingkai dalam kenangan

Agar aku tak terbelenggu dalam angan-angan yang menyakitkan

 

Ini benar, semua tentang aku dan keberadaanku

Ini semua tentang aku atau mungkin juga sebagian dari kamu

Dimanakah kebahagiaan itu, yang selalu kurindu

Dimanakah kebahagiaan itu, sungguh aku merindukanmu

 

Dia tidak tinggal disana, dia-pun tidak tinggal disini

Namun aku menemukannya dia disana, seperti yang kutemukan disini

Begitulah aku memahamimu

Seperti halnya pemahamanku akan Pembuatmu

 

Kesedihan tersembunyi tak pernah hengkang dari kehidupan

Kebahagiaan tertawan menuntut kebebasan

Berbahagialah jiwa-jiwa yang bebas

Berbahagialah bagi engkau yang lolos dari kekangan

 

Dunia ini apa bedanya dengan terali besi

Tapi mungkin ini bukan bagi dirimu

Namun bagi dia “kekasih”ku

Dan Akupun tak menemukan perbedaan itu

 

Siang dan malam aku mengejarmu, seolah kau lari dari jangkauanku

Namun sesungguhnya aku sadar, engkau tak beranjak dari tempatmu

Engkau hiasan dunia ini, keberadaanmu nyata namun maya

Bagaimana aku tidak merindukanmu, sedang sebagian diriku berasal dari dirimu

 

Peluklah aku seperti yang kurindukan

Agar aku dapat menyatu dengan dirimu

Dan demi rasa cintamu padaku

Sadarkanlah aku dari tipu muslihatmu

Oh Dunia, begitu engkau megah begitu mempesona

Hasrat hatiku kau penuhi dengan tipu daya

Kau nina bobo’kan aku dengan dustamu

Celakalah aku, yang tak menyadarimu

 

Namun engkau tetaplah engkau

Sebagaimana aku, engkaupun tidak berdaya

Dimanakah kekuatanmu yang kau banggakan itu

Dan akupun bersedih hati seperti halnya dirimu

 

Kau dan aku tidaklah berbeda

Sama-sama tidak berdaya dihadapan-Nya

Yakinlah kau dan aku akan bersama

Dalam pangkuannya Yang Maha Esa

 

Tersenyumlah sahabat demi kesedihan yang kau rasakan hari ini

Atau menangislah atas kebahagiaan yang kau rasakan sesaat tadi

Karena setelah itu engkau takkan pernah tahu

Perasaan mana yang menjadi bagianmu

 

Dekaplah aku, peluklah aku

Aku ingin mengungkapkan kesedihanku

Hanya engkau yang kupilih

Karena engkau yang terkasih

 

Lihatlah lihat, rembulan terbit disiang hari

Lihatlah lihat, matahari tersenyum malu dimalam hari

Inilah aku yang mungkin takkan pernah kau mengerti

Namun aku kan selalu berharap, agar engkau akan mengerti

 

Aku bukanlah keanehan

Tapi aku hanyalah bagian perbedaan

Mengapa kau mencaci maki aku

Sedangkan aku memuja dan mencintaimu

Begitu juga tak berdaya layaknya kamu

Advertisements